PENGARUH PEMBERIAN ISCHEMIC COMPRESSION TECHNIQUE TERHADAP PENURUNAN NYERI MYOFASCIAL TRIGGER POINT SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS PADA PEGAWAI MANEJERIAL RS UMM

Firmansyah, Lutfi Ardi (2022) PENGARUH PEMBERIAN ISCHEMIC COMPRESSION TECHNIQUE TERHADAP PENURUNAN NYERI MYOFASCIAL TRIGGER POINT SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS PADA PEGAWAI MANEJERIAL RS UMM. Sarjana (S1) thesis, ITSK RS dr. Soepraoen.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (678kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (698kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (529kB)
[img]
Preview
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf

Download (620kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB V)
BAB V.pdf

Download (621kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB VI - DAFTAR PUSTAKA)
BAB VI - DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (631kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pekerjaan merupakan salah satu tugas yang dilakukan manusia setiap hari. Misalnya,Bekerja dalam posisi statis di depan komputer dalam waktu lama dapat menyebabkan otot menekankan. Selain itu, ergonomi kerja yang kurang baik pada individu melakukan pekerjaan di depan perangkat komputer dimana layar komputer berada lebih rendah dari keyboard, membuat kepala selalu menunduk, dan dengan postur tubuh yang buruk, seperti posisi kepala ke depan, bahu terangkat, dan leher deviasi. Duduk diam saat bekerja dan desain tempat kerja yang tidak masuk sesuai dengan ergonomi pekerja dan aktivitas yang sama terus menerus akan menimbulkan nyeri yang terutama terjadi pada bagian leher dan bahu area (Fariz et al., 2022) semua perilaku tersebut jika dilakukan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama, dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan tegang pada leher dan punggung. Bahkan hal ini bisa menimbulkan munculnya keluhan-keluhan yang nantinya bisa terjadi mengurangi kinerja individu. (Makmuriyah & Sugijanto, 2013). Tujuan: Pendekatan Kompresi Iskemik aman dan efektif teknik untuk menghilangkan rasa sakit pada kondisi myofascial. Tujuan dari menilai efek Teknik Kompresi Iskemik terhadap pengurangan. Myofascial Trigger Point Syndrome Nyeri otot Upper Trapezius di UMM Staf manajer rumah sakit Metode: Penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif komparatif, termasuk pengolahan data statistik dengan cara membandingkan atau mencari perbedaan antara sebelum dan sesudah terapi. Populasi dalam penelitian ini merupakan pegawai manajerial RS UMM dengan keluhan nyeri leher dalam 1 bulan terakhir periode Juli 2022 di RS UMM dengan total sampel sebanyak 30 responden dengan menggunakan analisis data Uji Wilcoxon Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi Uji Wilcoxon sebesar 0,000 < α (α = 0,05), artinya terdapat pengaruh Teknik Kompresi Iskemik dalam mengurangi Pemicu Myofascial Nyeri Point Syndrome pada otot Upper Trapezius secara manajerial pegawai RS UMM Kesimpulan : 1) Nilai nyeri sebelum pemberian Iskemik Teknik Kompresi memperoleh nilai rata-rata sebesar 1,37 dengan a nilai minimum 1 dan nilai maksimum 2 serta simpangan baku nilai 0,490 2) Nilai nyeri setelah pemberian Iskemik Teknik Kompresi diperoleh nilai rata-rata sebesar 0,40 dengan a nilai minimum 0 dan nilai maksimum 1 serta simpangan baku nilai 0,498 3) Terdapat pengaruh Teknik Kompresi Iskemik pada pengurangan otot Trapezius Atas Sindrom Myofascial Trigger Point nyeri pada staf manajerial Rumah Sakit UMM

Item Type: Thesis (Sarjana (S1))
Uncontrolled Keywords: Ishemic compression technique, Nyeri myofascial trigger point syndrome otot upper trapesiuz
Subjects: L Education > L Education (General)
R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Physiotherapy Study Program
Depositing User: Anastasia Dhita S.IP
Date Deposited: 24 Jul 2024 03:15
Last Modified: 24 Jul 2024 03:17
URI: http://repository.itsk-soepraoen.ac.id/id/eprint/2689

Actions (login required)

View Item View Item