LITERATURE REVIEW: FAKTOR-FAKTOR KETIDAKTEPATAN KODEFIKASI PENYAKIT

Awalin, Vany Nur (2023) LITERATURE REVIEW: FAKTOR-FAKTOR KETIDAKTEPATAN KODEFIKASI PENYAKIT. Diploma Tiga (D3) thesis, ITSK RS dr. Soepraoen.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (624kB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (657kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (625kB)
[img]
Preview
Text (BAB IV - DAFTAR PUSTAKA)
BAB IV - DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (729kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Pemberian kode diagnosis yang tepat diberikan oleh tenaga medis dalam menetapkan kode, tenaga rekam medis sebagai pemberi kode, dan tenaga kesehatan lainnya sehingga menghasilkan data yang akurat dan berkualitas. Manfaat pemberian dan penulisan kode yang tepat yaitu untuk memberikan asuhan keperawatan, penagihan biaya klaim, meningkatkan mutu pelayanan, membandingkan data morbiditas dan mortalitas, menyajikan 10 besar penyakit, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan menggunakan 2 database pencarian yaitu Pubmed, dan Google Scholar menggunakan kata kunci yang sesuai dengan topik penelitian. Pencarian Literature disesuaikan dengan kriteria inklusi yang kemudian dilakukan review. Hasil Penelitian ini adalah ditinjau dari faktor Man ketidatepatan kodefikasi penyakit disebabkan karena petugas koding, seperti kurangnya pengetahuan petugas koding tentang kodefikasi penyakit, pengalaman bekerja dalam bidang kodefikasi diagnosis penyakit, kurang teliti dalam menentukan atau mengisi kode diagnosis penyakit. Ditinjau dari faktor Material ketepatan kodefikasi berhubungan dengan bahan yang dibutuhkan dalam proses kodefikasi penyakit yaitu penulisan diagnosis dan informasi medis yang tidak lengkap, tidak spesifik dan tidak konsisten, pengembalian berkas rekam medis yang terlambat dari ruang perawatan, tulisan dokter yang tidak jelas sehingga sulit dibaca oleh petugas koding. Ditinjau dari faktor Method ketepatan kodefikasi berhubungan dengan tata cara atau prosedur dalam proses kodefikasi penyakit yaitu penggunaan ICD-10 dan Standar Prosedur Operasional. Dalam beberapa artikel menjelaskan bahwa dalam pengkodingan petugas koding tidak menggunakan buku ICD-10 melainkan menggunakan buku pintar atau hafalan, serta belum dijelaskan secara rinci standar prosedur operasional untuk kasus tertentu seperti neoplasma, kasus cedera, dan external cause. Atas dasar penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penyebab ketidaktepatan kodefikasi penyakit dipengaruhi oleh 3 faktor yakni, Man, Material, Method. Sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan SDM petugas koding. Melakukan re-sosialisai untuk para dokter terkait pentingnya penulisan diagnosis yang benar pada berkas rekam medis. Disarankan melakukan evaluasi dan revisi terkait standar prosedur operasioal terutama khusus kasus tertentu seperti neoplasma, kasus cedera, dan external cause agar proses kodefikasi lebih jelas dan akurat.

Item Type: Thesis ( Diploma Tiga (D3))
Uncontrolled Keywords: Kodefikasi penyakit
Subjects: L Education > L Education (General)
R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Medical Records And Health Information Study Program
Depositing User: Anastasia Dhita S.IP
Date Deposited: 24 Jul 2024 01:51
Last Modified: 24 Jul 2024 01:51
URI: http://repository.itsk-soepraoen.ac.id/id/eprint/2346

Actions (login required)

View Item View Item