LITERATURE REVIEW: DETERMINAN KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS

Pangestika, Nuria (2023) LITERATURE REVIEW: DETERMINAN KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS. Diploma Tiga (D3) thesis, ITSK RS dr. Soepraoen.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB I)
BAB I.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text (BAB IV - DAFTAR PUSTAKA)
BAB IV - DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Pelayanan yang diberikan di fasilitas kesehatan tingkat dasar atau Pusat Kesehatan Masyarakat baik perorangan maupun kelompok dan lebih mengutamakan upaya kegiatan pelayanan promosi kesehatan (promotif), kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan atau penyakit (preventif), upaya kesehatan yang dilakukan untuk mencegah penyakit lebih parah melalui pengobatan (kuratif), dan upaya kegiatan yang ditujukan kepada bekas penderita agar dapat berinteraksi secara normal dalam lingkungan sosial (rehabilitatif) untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerja menurut Permenkes Nomor 43 Tahun 2019 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, Pasal 1. Tujuan penelitian untuk menganalisis apa saja Faktor-faktor yang mempengaruhi akurasi kode diagnosis dokumen rekam medis rawat jalan di Puskesmas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Literature Review yaitu pencarian artikel dengan menggunakan database dengan membandingkan artikel satu dengan artikel yang lainnya dan disesuaikan dengan inklusi dan eksklusi. Jumlah artikel yang diperoleh adalah 8 artikel nasional. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Faktor man menunjukkan bahwa pendidikan bukan dari profesi perekam medis melainkan dari profesi lainnya, tidak pernah mengikuti pelatihan terkait kompetensi koding dan penggunaan ICD-10, Faktor material menunjukkan bahwa pengetahuan petugas tentang kode diagnosis yaitu kurangnya pengetahuan koder tentang tata cara penggunaan ICD-10, tidak menuliskan diagnosis penyakit pasien pada berkas rekam medis, Faktor machine menunjukkan bahwa beberapa Puskesmas kebanyakan tidak menggunakan ICD-10 dalam menggunakan kodefikasi rekam medis bahkan ada petugas yang tidak mengetahui kegunaan ICD-10. ICD-10 yang merupakan alat bantu yang digunakan untuk melakukan kodefikasi penyakit dan Faktor methode menunjukkan bahwa terdapat beberapa Puskesmas yang belum memiliki adanya SOP terkait koding, sehingga petugas dalam melakukan koding tidak berpedoman terhadap SOP yang dimana menentukan kode diagnosis penyakit hanya menggunakan panutan daftar tabulasi sebagai acuan dalam menentukan kode diagnosis penyakit.Kesimpulan yang diperlukan petugas pemberi kode diagnosis di Puskesmas sebaiknya memiliki pengetahuan tentang rekam medis, seharusnya Puskesmas mengikutsertakan petugas pemberi kode diagnosis untuk ikut dalam pelatihan yang berkaitan dengan kode diagnosis penyakit menggunakan ICD-10 serta menggunakan ICD yang ada untuk menetapkan kode diagnosis penyakit.

Item Type: Thesis ( Diploma Tiga (D3))
Uncontrolled Keywords: Kode diagnosis, Dokumen rekam medis
Subjects: L Education > L Education (General)
R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Medical Records And Health Information Study Program
Depositing User: Anastasia Dhita S.IP
Date Deposited: 24 Jul 2024 02:43
Last Modified: 24 Jul 2024 02:43
URI: http://repository.itsk-soepraoen.ac.id/id/eprint/2553

Actions (login required)

View Item View Item